| Training on Effective Strategic Planning |
|
Pada tanggal 12-15 Februari 2007, bertempat di Hotel Topas
Bandung, URDI bekerjasama dengan LOGOTRI dan Pemerintah Propinsi Jawa
Barat mengadakan Training on Effective Strategic Planning for local Development in Decentralization Era.Pelatihan
yang diikuti 21 peserta dari Kota, Kabupaten dan Provinsi Jawa Barat
serta 13 peserta dari 11 negara anggota LOGOTRI memberikan kesempatan
terjadinya proses pembelajaran pengalaman dari negara-negara peserta
untuk memperkaya studi kasus kabupaten/kota di Jawa Barat terkait
dengan isu: Indeks Pembangunan Manusia, Perumahan dan Permukiman serta
Revitalisasi Kawasan Pusat Kota.
Keluaran dari
masing-masing kelompok kerja antara lain: teridentifikasinya strategic
area yang perlu diperhatikan dalam isu yang dibahas, teridentifikasinya
gaps and opportunities untuk masing-masing kasus dan terumuskannya
solusi dan langkah-langkah yang direkomendasikan. Selanjutnya hasil
dari pembahasan kelompok kerja ini perlu ditindaklanjuti dengan rencana
aksi untuk masing-masing daerah. Upaya peningkatan kapasitas sumberdaya manusia (capacity building program)
melalui pelatihan dan pendampingan merupakan bagian penting dari upaya
menjangkau visi yang telah ditetapkan yaitu “Jawa Barat Dengan Iman dan
Taqwa sebagai Propinsi Termaju di Indonesia dan Mitra Terdepan Ibukota.
URDI mempunyai misi, memajukan perkembangan perkotaan dan daerah
yang berkesinambungan di Indonesia. Dengan training ini diharapkan para
peserta dapat bertukar informasi, Ilmu Pengetahuan dan pengalaman dalam
pelaksanaan pembangunan. Selain itu dapat meningkatkan kemampuan
pemahaman terhadap berbagai aspek pembangunan melalui penelitian,
analisa dan kebijakan, serta melakukan pelatihan dan pemberdayaan
masyarakat dalam upaya untuk membantu pemerintah menghadapi tantangan
saat ini dan mendatang. Untuk menambah jaringan internasionalnya, URDI
secara aktif sudah melibatkan di berbagai jaringan internasional
seperti itu: LOGOTRI, Citynet, AAPH, EAROPH dan SEA UEMA Project CIDA-
AIT.
Training on Effective Strategic Planning for local Development in Decentralization Era.,
ini URDI sebagai pihak penyelenggara yang dipilih dari hasil rapat
LOGOTRI dan disepakati pada Pertemuan Dewan Umum di Shanghai, Maret
2006 lalu. Untuk memperoleh manfaat yang maksimal program pelatihan ini
diikuti oleh peserta dari pemerintah darah di Indonesia. URDI mengajak
pemerintah Popinsi Jawa Barat untuk berpartisipasi dalam pelatihan ini.
Ternyata URDI mendapat sambutan baik dari Pemerintah Propinsi Jawa
Barat, karenanya pelatihan diadakan di Bandung mengingat Bandung adalah
Ibu Kota Propinsi Jawa Barat dan Bandung merupakan Kota bersejarah bagi
negara Asia – Africa.
Pada tanggal 12-15 Februari 2007
,bertempat di Hotel Topas Bandung, URDI bekerjasama dengan LOGOTRI dan
Pemerintah Propinsi Jawa Barat mengadakan Training on Effective Strategic Planning for local Development in Decentralization Era. Pelatihan
yang diikuti 21 peserta dari Kota, Kabupaten dan Provinsi Jawa Barat
serta 13 peserta dari 11 negara anggota LOGOTRI memberikan kesempatan
terjadinya proses pembelajaran pengalaman dari negara-negara peserta
untuk memperkaya studi kasus kabupaten/kota di Jawa Barat terkait
dengan isu: Indeks Pembangunan Manusia, Perumahan dan Permukiman serta
Revitalisasi Kawasan Pusat Kota.
Isu pertama adalah
Indeks Pembangunan Manusia . Pemerintahan Provinsi Jawa Barat sudah
memakai Indeks Perkembangan Manusia untuk tujuan pembanguan. Pemerintah
Propinsi Jawa barat mulai 2005, sudah meluncurkan program dana bantuan
bersaing (Program Pendanaan Kompetisi Akselerasi Peningkatan IPM Jawa
Barat) untuk mempercepat perbaikan HDI di daerah. Dana bantuan ini yang
disediakan kepada pemerintah daerah yang terpilih berdasarkan usul
mereka. Program bersaing ini sudah menunjukkan usaha yang besar dari
Propinsi Jawa Barat dalam mencapai pembangunan yang berkesinambungan
yang berimbang di daerah dengan memperbaiki kapasitas sumber
penghasilan manusiawi, kesejahteraan himpunan dan perkembangan ekonomi.
Isu
kedua ialah Perumahan dan Permukiman. Penyediaan Permukiman khususnya
untuk masyarakat miskin adalah tantangan besar untuk negara seperti
Indonesia. Sekitar 36 % dari penduduk Indonesia berada di bawah garis
kemiskinan. Kebanyakan dari mereka hidup di perkampungan kumuh.
Mempunyai karakteristik bangunan yang tidak kokoh dan tidak mempunyai
hak menetap, dan kekurangan air dan sanitasi lainnya.
Penyediaan Permukiman khususnya untuk masyarakat miskin adalah tantangan besar untuk negara seperti Indonesia.
Isu
ketiga adalah Revitalisasi Kawasan Pusat Kota. Indonesia dan Kota-kota
di Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang dahsyat, ini merupakan
dampak dari perkembangan perkotaan. Di banyak kota perkembangan fisik
mendominasi tata ruang perkotaan, perkembangan area perdagangan. Oleh
karena itu area yang dianggap sudah tua tidak dimanfaatkan lagi oleh
para pengembang. Selain dampak positif pertumbuhan ekonomi,
perkembangan perkotaan mempunyai banyak dampak negatif, pada kawasan
tua ada fenomena degradasi, yang dikhawatirkan pada akhirnya bisa mati.
Materi yang disampaikan dalam pelatihan dimaksudkan
untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai konteks pembangunan dalam
era globalisasi dan desentralisasi, isu-isu local yang strategis serta
perlunya Strategic Planning sebagai salah satu alat dalam perencanaan
di daerah. Tentunya konsep dan teori Strategic Planning bukanlah
sesuatu yang baru bagi para peserta, namun penekanan utama yang
disampaikan dalam pelatihan adalah bagaimana menerapkan konsep
strategic planning secara efektif dalam pembangunan di daerah.
Sistem
pemerintah yang didesentralisasikan, pemerintah daerah lebih
berwewenang dalam mengelola perkembangan. Ini adalah perubahan global
dan ada tantangan eksternal lain yang dihadapi oleh semua pemerintah
daerah di tingkat yang berbeda. Di lain pihak, ada tantangan yang lebih
luar biasa untuk melaksanakan perkembangan yang berkelanjutan dilihat
secara ekonomis, secara sosial dan lingkungan dilakukan secara
berimbang. Banyak pemerintah daerah sudah membatasi sumber penghasilan
dan kapasitas untuk mendapat tantangan itu, agar mereka memerlukan
perencanaan strategis sebagai alat dalam mencapai perkembangan lokal
yang efektif.
Keluaran dari masing-masing kelompok kerja
antara lain: teridentifikasinya strategic area yang perlu diperhatikan
dalam isu yang dibahas, teridentifikasinya gaps and opportunities untuk
masing-masing kasus dan terumuskannya solusi dan langkah-langkah yang
direkomendasikan. Selanjutnya hasil dari pembahasan kelompok kerja ini
perlu ditindaklanjuti dengan rencana aksi untuk masing-masing daerah.
Upaya peningkatan kapasitas sumberdaya manusia (capacity building program)
melalui pelatihan dan pendampingan merupakan bagian penting dari upaya
menjangkau visi yang telah ditetapkan yaitu “Jawa Barat Dengan Iman dan
Taqwa sebagai Propinsi Termaju di Indonesia dan Mitra Terdepan Ibukota
Negara Tahun 2010”. Pelatihan yang melibatkan peserta internasional,
propinsi, kabupaten dan kota memberikan peluang untuk memperkuat
jejaring, mendorong peningkatan kapasitas dan memperluas wawasan.
Pelaksanaan
training dalam bentuk workshop dengan kasus nyata yang menggabungkan
berbagai pengalaman berbagai negara dan studi kasus kota/kabupaten
serta melibatkan peserta dari lingkungan praktisi, akademi dan peneliti
memberikan kesempatan pembelajaran dan penguatan posisi serta kapasitas
personal maupun institusi secara keseluruhan.
Efektivitas
pelatihan dan workshop terhadap pelaksanaan kerja dapat ditingkatkan
melalui persiapan peserta yang lebih terarah. Untuk itu diusulkan agar
kepada seluruh peserta lokal dari propinsi dan kabupaten/kota diberikan
penjelasan rinci tentang kegiatan paska pelatihan.
Tindak lanjut untuk peserta Kabupaten/Kota berdasarkan hasil pelatihan tersebut meliputi:
Selain
itu terdapat beberapa usulan kegiatan kedepan yang dapat dilaksanakan
lebih lanjut dalam rangka pengembangan program peningkatan kapasitas
yang lebih sistematis dan terpadu antara lain: (i) Training Workshop
untuk kota/kabupaten lain di Jawa Barat, (ii) Pengembangan proposal
peningkatan kapasitas pemerintah daerah untuk diajukan kepada AusAID
kemitraan antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Urban and Regional
Development Institute (URDI) dan Centre for Local Government (CLG),
University of Technology Sydney (CLG UTS).
Dari Seluruh
program pelatihan ini, diharapkan dapat menyumbang dan meningkatkan
kapasitas pemerintah daerah di Propinsi Jawa Barat yang memakai
perencanaan strategis sebagai alat dalam memecahkan persoalan
pembangunan di daerah. Dengan partisipasi peserta internasional dan
narasumber, kita bisa saling berbagi pengalaman dari negara lain yang
bisa disadur untuk pembangunan daerah di Indonesia terutama Pemerintah
propinsi Jawa barat. Semoga program pelatihan ini dapat merangsang
tindakan nyata yang dilakukan untuk pembangunan yang berkelanjutan.
Acara
ini tidak dapat berjalancar tanpa dukungan dari semua pihak yang
terkait terutama bagi Pemerintahan Provinsi Jawa Barat dan LOGOTRI
untuk kerjasamanya dalam program pelatihan ini. Dr .Ramalis Subandi
dari Menpera Mr. Robert Mellor dan Mr Forbes Davidson yang telah
bersedia menjadi instruktur dalam pelatihan ini.***
|