|
Konsep Adaptasi Perubahan Iklim dalam Strategi dan Penanggulangan Bencana |
|
Tuesday, 26 February 2008 |
Dampak perubahan iklim sudah didepan mata. Kondisi ekstrim
dan bencana akibat perubahan iklim semakin mengancam kehidupan. Laporan
kelompok kerja II dibawah IPCC (Inter-Governmental
Panel on Climate Change/Panel antar Pemerintah) mengenai dampak dan
adaptasi perubahan iklim telah disampaikan kepada publik. Isi laporan
membeberkan estimasi ancaman bencana di banyak negara di seluruh benua apabila
tidak dilakukan upaya-upaya yang sangat signifikan dalam mengurangi aktifitas
pemanasan global.
Dalam
sebuah laporan terpisah yang dikeluarkan oleh World Bank pada tahun 2006,
menyebutkan bahwa kerugian global akibat perubahan iklim akan mencapai US$ 4,3
triliun. Kerugian ini akan menjadi beban dan tanggungan negara-negara
berkembang dan miskin yang relatif memiliki keterbatasan adaptif akibat
keterbatasan modal dan teknologi. Laporan tersebut menegaskan kalaupun
negara-negara maju memiliki komitmen dan itikad baik untuk memberikan pendanaan
(yang selama ini tampak setengah hati) kepada negara-negara berkembang dan
miskin tadi dalam rangka kegiatan
adaptasinya, hanya akan terkumpul US$ 500 miliar.
|
|
Read more...
|
|
|
Banjir Bukti Kegagalan Kolektif |
|
Friday, 16 February 2007 |
|
Pepatah mengatakan bahwa pengalaman adalah guru yang paling berharga,
namun pada kenyataannya pepatah tersebut tidak berlaku bagi “penghuni”
Jakarta dan kota-kota sekitarnya. Penghuni Jakarta adalah seluruh
stakeholder kota yang meliputi pemerintah pusat dan daerah, masyarakat
dan swasta. Mengapa pengalaman banjir tiap tahun tidak menjadi guru
yang paling berharga buat penghuni Jakarta?. Padahal banjir di Jakarta
dari tahun ke tahun wilayahnya semakin meluas. Dampak kerugian materiil
pun sangat besar, apalagi ditambah dengan dampak psikologis dan nyawa
yang hilang. Luasnya daerah banjir tersebut bukan tidak mungkin akan
menenggelamkan Jakarta dan sekitarnya suatu saat nanti. Tapi
kenyataannya hal ini tetap belum mendapatkan perhatian yang memadai
dari penghuni Jakarta. Jika hal ini dibiarkan berlarut-larut, mungkin
kedepannya kita semua harus mulai menyiapkan kendaraan alternatif lain
seperti perahu karet atau perahu kecil pribadi, atau bahkan meyiapkan
alternatif permukiman di atas air.
|
|
Read more...
|
|
|