Pilot Project Penyediaan Air Bersih dan Perbaikan Sanitasi bagi Masyarakat Miskin di Kab. Serang PDF Print E-mail
Written by Aris Choirul A.   
Air bersih merupakan kebutuhan dasar manusia untuk menjamin kelangsungan hidupnya. Hingga saat ini, pemenuhan terhadap kebutuhan air bersih belum merata di semua tempat dan belum memadai dari segi jumlah maupun kualitasnya. Ketersediaan air bersih untuk beragam penggunaan di rumah tangga sangat berpengaruh pada tingkat kesehatan dan kebersihan masyarakat.

Permasalahan air bersih dan sanitasi lingkungan biasanya dialami oleh warga masyarakat berpenghasilan rendah dan tergolong kelompok masyarakat miskin. Biasanya kelompok masyarakat ini tinggal pada kawasan permukiman yang tidak terencana dan tidak memiliki akses kepada penyediaan air bersih dan sanitasi yang layak dan terjangkau. Sementara itu, pelayanan air bersih dan sanitasi dari pemerintah kota/daerah masih jauh dari harapan untuk memenuhi kebutuhan semua warganya. ImageDalam kondisi seperti diatas, banyak warga masyarakat kelompok berpendapatan rendah memenuhi kebutuhan penyediaan air bersih dan air minum dengan membeli air dari para penyedia jasa dengan harga yang relatif lebih mahal. Oleh karenanya masyarakat berpenghasilan rendah membayar lebih mahal bagi pemenuhan kebutuhan air bersih dibandingkan kelompok masyarakat lainnya.

 

Berdasarkan kondisi tersebut, URDI dan Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL) yang diorganisir oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional serta dukungan dari Penyusun Kebijakan dan Rencana Kegiatan Air minum dan Penyehatan Lingkungan di Indonesia (WASPOLA) melakukan Pilot Project Integrated Pro Poor and WasteWater Management in Small Town atau Proyek Percontohan Penyediaan, Pengelolaan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Terpadu yang Berpihak pada Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Kota-kota Kecil di Kabupaten Serang, Provinsi Banten; tepatnya di Kampung Dermayon, Kecamatan Kramat Watu dan Kelurahan Sukawana, Kecamatan Serang.

 

Pilot project ini dimaksudkan untuk membantu masyarakat miskin dalam mengakses air bersih dan fasilitas penyehatan lingkungan melalui pendekatan partisipatif, serta  membantu pemerintah daerah dengan memberikan acuan dan arahan dalam pengembangan dan pelaksanaan program air bersih dan sanitasi lingkungan di wilayah mereka.

Tujuan dari pilot project ini adalah :

• 
Menyusun rencana strategis partisipatif pembangunan sarana penyediaan air minum dan penyehatan lingkungan di tingkat desa/kampung dengan tetap mengacu pada kebijakan Provinsi dan Kebijakan Nasional

Menyusun usulan program dan rencana tindak tentang pengelolaan air minum dan penyehatan lingkungan di tingkat desa/kampung secara partisipatif sebagai pedoman bagi para pelaku pembangunan di desa/kampung,
• 
Melaksanakan pilot project pembangunan air minum dan penyehatan lingkungan berdasarkan rencana dan strategi partisipatif yang telah disusun.

Lingkup kegiatan pilot project yang dilakukan sesuai dengan hasil kesepakatan antara masyarakat, URDI dan UNESCAP adalah :

 a. 
Pembangunan septic tank dalam rangka mengatasi permasalahan sanitasi
URDI dan masyarakat sepakat bersama-sama membangun dan berkontribusi dalam pembangunan fasilitas sanitasi untuk warga yang membutuhkan. Pembangunan ini didasari oleh survey kelayakan fisik dan survey sosio ekonomi.
 b.
Memfasilitasi sambungan air PDAM di Kampung Dermayon
URDI membantu warga dalam mengajukan sambungan baru pelayanan jaringan air bersih ke PDAM dengan cara mensubsidi biaya pendaftaran.
 c.
Mengembangkan bisnis "isi ulang air minum" dengan harga yang terjangkau untuk mengatasi kesulitan mendapatkan air minum di Kelurahan Sukawana.
URDI membantu masyarakat dalam proses  pengembangan bisnis "isi ulang air minum" untuk memenuhi kebutuhan warga akan air bersih serta meningkatkan organisasi kemasyarakatan warga.


 

 penjaringan aspirasi
masyarakat

 menyatukan kepentingan
masyarakat
 pembangunan fasilitas
sanitasi masyarakat


Dari kegiatan tersebut,manfaat dan hasil yang dapat dijadikan lesson learned, antara lain :


Keterlibatan pemerintah lokal dalam keseluruhan tahap pilot project ini adalah kunci utama dalam kesuksesan pencapaian dan keberlanjutan kegiatan ini. Pemerintah lokal, melalui Pokja AMPL Kabupaten Serang, mempunyai komitmen untuk mengadaptasi pendekatan pilot project ini secara keseluruhan dalam rangka mengatasi permasalahan air bersih dan sanitasi lingkungan di Kabupaten Serang.

Skema pemberian subsidi biaya pemasangan untuk masyarakat berpenghasian rendah dapat diaplikasikan di wilayah lain yang memiliki kondisi dan situasi yang sama. Skema ini akan membantu pihak yang terlibat yaitu masyarakat berpenghasilan rendah dan PDAM. Masyarakat dapat mendapatkan akses air bersih dengan harga murah, sedangkan PDAM dapat meningkatkan cakupan pelayanan mereka yang akan meningkatkan pendapatannya. Di sisi lain, dengan adanya skema ini tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah lokal akan meningkat. Dampak yang harus dipertimbangkan dalam pelaksanaan proyek ini adalah berhentinya supply air bersih untuk hydran umum setelah adanya sambungan baru, sementara masyarakat miskin yang belum memiliki sambungan masih membutuhkannya.

Pengembanganan bisnis isi ulang air minum dapat menginspirasi masyarakat lainnya untuk mengadopsi pilot project ini apabila dilaksanakan dengan adanya sikap keterbukaan, bertanggung jawab serta mengutamakan kemakmuran masyarakat. Kegiatan ini dapat menjangkau semua masyarakat di wilayah tersebut.
Namun yang harus diperhatikan adalah kualitas air yang dihasilkan memiliki kategori baik dan memenuhi standar kesehatan air minum. Kondisi tersebut dapat dicapai dengan cara memeriksa kualitas air ke laboratorium setiap 6 bulan sekali dan merawat mesin secara berkala.

Bagaimanapun juga transparansi dan pengawasan yang keta dari masyarakat dperlukan untuk memastikan bahwa bisnis ini akan memberikan manfaat sepenuhnya untuk masyarakat.
• 
Intervensi yang dilakukan kepada masyarakat untuk menyediakan dan membangun septic tank di tiap rumah selain dapat meningkatkan kesehatan keluarga, juga akan meningkatkan rasa memiliki terhadap barang kebutuhan pribadi masyarakat. Dengan konstruksi yang mudah dan murah, proses pembangunan septic ini dapat diadopsi di daerah lain yang memiliki kemiripan karakteristik dan permasalahan dalam upaya meningkatkan kondisi sanitasi di wilayah mereka.

Sumber foto : Dokumentasi URDI
Kontributor : Ivo Setiono dan I Putu Dhika
(keduanya adalah Peneliti URDI)
 
< Prev